Dana Darurat: Cara Survive Keuanganmu di Masa Pandemi


Ajaib.co.id – Jika pendapatanmu sudah habis dan kamu harus mengorek tabungan dana darurat (atau bahkan berutang), kamu harus mempertimbangkan baik-baik langkah selanjutnya. Berikut adalah rekomendasi dari mana uang yang harus kamu gunakan, bagaimana cara menghindari penalti dan biaya tambahan juga pajak, dan juga segala hal yang perlu kamu lakukan setelah badai berlalu (wealthsimple.com, 2020).

Banyak orang yang kehilangan pekerjaan, tidak sedikit juga yang mengalami pemotongan gaji. Semua orang merasa cemas akan prediksi kita telah di ambang resesi, depresi, bahkan mungkin kiamat. Inilah saatnya kamu perlu merencanakan keselamatanmu jika kamu mengalami darurat finansial.

Mode darurat ini maknanya sangat tergantung pada situasi keuanganmu sebelum krisis ini terjadi dan apakah kamu masih ada pendapatan. Jika kamu salah satu yang beruntung, mungkin kekhawatiranmu lebih fokus pada apakah perlu menggunakan dana darurat?

Kalau kamu masih punya pendapatan dan dana darurat yang baik-baik saja, pertanyaan berikutnya adalah apakah kamu masih bisa membayar tagihan rutin seperti listrik dan air dengan berkurangnya pendapatan? Jika jawabannya tidak, artikel ini berguna untuk kondisimu.

Mungkin banyak juga yang berada antara kondisi berbahaya dan berbahagia tersebut, misalnya bagi kamu yang punya tabungan tapi akan boncos kalau gaji masih dipotong enam bulan ke depan. Tunggu, cek kembali kamu ada tagihan kartu kredit atau cicilan lainnya?

Ingat Teori Air Terjun

Kamu tahu the waterfall theory alias teori air terjun? Secara sederhana, ibarat air terjun, pendapatanmu akan mengisi beberapa ember seperti ‘dana darurat’ atau ‘dana pensiun’. Setelah embermu penuh terisi, maka kamu bisa menyiapkan ember lain untuk menampung air yang meluap di ember yang lain. Intinya air terjun ini memastikan keuanganmu aman pada kondisi yang tidak terduga seperti kecelakaan atau pandemi global seperti sekarang ini.

Langkah teori air terjun ini cukup sederhana dan bisa kamu coba di saat pandemi ini.

  • Tuntaskan Utang dengan Bunga Tinggi! 

Coba cek utang-utang kartu kredit, cicilan, kendaraan bermotor, atau gawai. Adakah yang bunganya di atas 5%? Jika ada, prioritaskan untuk melunasi ini dulu.

Dana darurat ini sangat bermanfaat di masa seperti ini. Hitungan ideal jumlah dana darurat adalah enam kali dari pengeluaran bulanan utama untuk kebutuhan pokok seperti makan, rumah, peralatan, atau pakaian. Jika kamu masih ada pendapatan, simpan uang yang belum terpakai untuk mengumpulkan dana darurat. Bagi kalian yang sudah menggunakannya, jangan lupa diisi lagi ketika ada uang tambahan, ya.

  • Manfaatkan Fasilitas Sebagai Karyawan 

Jika kamu mendapat fasilitas tunjangan dalam bentuk investasi seperti dana pensiun, jangan langsung ditolak. Ibarat uang gratis, manfaatkan tunjangan tersebut sebagai tabungan ketika kondisi amit-amit terjadi.

  • Lebih Cerdas Tentang Pajak

Ketahui dengan jelas tentang pajak penghasilan di gajimu. Apakah kamu menyimpan investasi berbentuk DPLK, Jaminan Hari Tua atau Tunjangan Hari Tua dari PPh 21. Cari info lebih lengkapnya di sini.

  • Lunasi Utang Berbunga Rendah

Setelah kamu mengetahui informasi di atas, jangan lupa untuk melunasi utang berbunga rendah atau di bawah 5%. Cicilan KPR, cicilan mobil, bahkan cicilan pendidikan mungkin bunganya rendah. Tetap saja namanya utang lebih baik tidak ada daripada ada, bukan?

Jika kamu sudah memiliki keuangan yang lebih baik, kini saatnya mempersiapkan diri untuk masa depan. Setelah kamu tahu prinsip air terjun, sekarang saatnya kita balik untuk sampai kondisi normal.

Langkah Pertama: Evaluasi Kembali Dana Daruratmu

Kamu mungkin masih ada pekerjaan dan secara tekun mengisi dana darurat. Selamat! Kamu sudah berhasil melewati air terjun dengan nilai tinggi! Beberapa hal yang mungkin masih kamu khawatirkan seperti orang lainnya, kemungkinan di-PHK, cuti panjang, atau pengurangan gaji. Tapi pada momen ini, memiliki pekerjaan adalah sebuah kemewahan, lho!

Tidak ada salahnya bersiap dan mengevaluasi kembali kesehatan dana daruratmu. Angka yang awalnya terlihat sangat cukup beberapa bulan yang lalu, mungkin sekarang terlihat mengenaskan. Jika ditilik dari kondisi ekonomi, apakah danamu cukup untuk survive?

Jika sampai terkena PHK, mungkin kamu akan kesulitan mendapat pekerjaan baru. Bagi kamu yang masih memiliki dana darurat sebesar 3 kali pengeluaran, coba tambahkan kembali walau artinya kamu mengurangi investasimu. Walau terdengar bodoh, tapi di masa tidak pasti seperti ini uang di tangan dapat membuatmu tenang.

Langkah Kedua: Gunakan Dana Darurat, Manfaatkan Investasi, Hindari Utang

Bagi yang kehilangan pekerjaan atau pengurangan gaji dengan nilai signifikan, gunakan dana daruratmu. Kamu layak untuk berbangga diri karena kamu sudah mempersiapkan kondisi darurat dari jauh-jauh hari dan ini kondisi darurat.

Mungkin sulit menggunakan uang yang dikumpulkan sekian lama. Kamu mungkin terpikir menggunakan kartu kredit daripada menyentuh dana darurat.

Tolak mentah-mentah pikiran tersebut! Ingat langkah pertama teori air terjun? Keuanganmu akan hancur berantakan saat kamu mulai menimbun utang dengan bunga tinggi. Setelah kamu berhenti berlangganan aplikasi hiburan, kurangi juga segala pengeluaran. Ajukan permohonan JHT dari pemerintah.

Jangan ragu gunakan dana darurat, jika perlu tarik investasimu. Aneh juga kalau kamu tetap berinvestasi tapi dana daruratmu semakin tipis. Ingat, dana darurat jangan digunakan untuk berinvestasi, gunakan dana darurat untuk hidup dan keadaan darurat.

Langkah Ketiga: Jual Investasimu

Jika dana daruratmu sudah kering dan kamu butuh menggunakan uang yang kamu investasikan untuk masa depan, gunakan. Mungkin kamu tipe yang tidak mengisi dana darurat malah mengisi investasi dulu, kesalahan yang lazim dilakukan orang. Tidak masalah, setidaknya kamu jadi tahu faedah dana darurat sekarang.

Katakan selamat tinggal pada investasi berpajak dan hadapi dengan tangguh kerugian yang mungkin akan kamu hadapi. Tidak apa-apa rugi sedikit, setidaknya kamu selamat saat ini. Nanti, ketika air terjunmu sudah normal, isi dana darurat dulu ya.

Langkah Keempat: Analisis Tagihanmu

Mungkin ada dari kalian yang sudah tidak sanggup membayar tagihan baik itu kontrak, cicilan KPR, cicilan gawai, makanan, kartu kredit, dll, lebih baik telat membayar daripada berhutang lagi untuk melunasi tagihan tadi.

Paling pertama, hubungi bank atau pihak pemberi sewa untuk keringanan selama pandemi. Biasanya seperti kartu kredit ada skema keringanan walau memang ada beban bunga. Utamakan bayar tempat tinggal dulu lalu hubungi bank terkait keringanan kartu kredit. Secara umum, hubungi pihak kreditur dan tanyakan apakah mereka ada program keringanan daripada nilai kreditmu di perbankan menurun!

Ingat, utamakan kesehatan tubuhmu daripada makan mie instan setiap hari demi melunasi utang.

Langkah Kelima: Utang?

Hindari utang sebisa mungkin, tapi kalau kamu butuh berutang agar bisa survive, gunakan cara yang tercerdas. Langkah pertama adalah cari berapa banyak utang yang bisa kamu dapat dan sumbernya seperti kredit pinjaman, ekuitas rumah, dan kartu kredit. Cari bunga terendah dulu seperti bank tempat kamu membuka rekening atau keluarga jika mereka mampu.

Langkah Keenam: Saat Kondisi Pulih, Kembali ke Air Terjun Normal

Fiuh, akhirnya kondisi membaik. Mulailah dari melunasi utang dengan bunga tertinggi dan lanjutkan ke langkah air terjun normal berikutnya. Semoga sukses!





Source link

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *